Sebuah Persembahan
AKU baru bangun. Itu pun setelah dentuman lagu Histeria-nya Muse yang disetel kamar sebelah menderu indra pendengaranku. Maklum, tadi malam, mata ini aku ‘rodi’ sampai pukul dua dini hari di rental sebelah. Mengerjakan naskah bab akhir yang ngaret satu minggu belum aku kirimkan kepada dosen pembimbingku. Tak pelak, teguran bahkan makian sempat juga mendarat di kedua daun telinga ini.
Posted in Cerpen Lepas | Permalink

