Bidadari Terminal
Ternyata, di tengah-tengah hiruk pikuk semrawutnya terminal Lebak Bulus. Dentuman klakson mobil para sopir angkot yang saling serobot berburu penumpang, bentakan timer terminal pada sopir yang urung membayar uang retribusi, lengkingan peluit polisi yang setengah putus asa demi mengatur lancarnya jalan laju lalu lintas, dan semburan debu asap knalpot kejam dari bus-bus dalam dan antar kota, terselip seorang bidadari khayangan di dalam sebuah warung nasi pinggiran jalan keluar terminal.
Posted in Cerpen Lepas | Permalink

