05 January 2009
Setelah ketupat, lilin, dan terompet lalu apa?
Lima hari sudah kita melewati pergantian tahun dari 2008 ke 2009. kali ini saya tidak ingin menulis panjang lebar, hanya tersisa pertanyaan dasar yang hendak saya kemukakan. "Setelah ini, lalu apa?
" Belum bosankan kita dengan celebrasi hampa ini?"
"Masih bisakah kita tertawa, sementara masih banyak kerumunan manusia, baik disamping rumah kita, diluar daerah sana, maupun diujung penjuru dunia menangis mengaduh karena usus mereka melilit belum terisi selama berhari-hari?"
"Masih tersenyumkah kita, sementra sahabat kita meringis?"
"Masih relakah kita mengeluarkan lebaran puluhan ribu, ratusan, bahkan jutaan, sementara para buruh kasar bingung tatkala menerima gaji akhir bulan, merasa binggung dan merasa tak sanggup untuk menutupi kebutuhan keluarga, kontrakan, biaya sekolah anak, listrik, air...?"
"Akhhh... Apakah kita terlahir sebagai manusia tolol? Atau jangan-jangan keadaan/ zaman yang memang sudah sedemikian tolol yang pada akhirnya melahirkan generasi-generasi Tolol?
NB: saya tidak akan mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU!
04:26 Posted in Celoteh | Permalink | Comments (2) | Trackbacks (0) | Email this

