« 2008-06 | HomePage

07/28/2008

Hal terkonyol dalam hidupku

2b0e45e257bbbbf77ba2811027ab966c.pngYa..., hal terkonyol dalam hidupku adalah MENGHISAP ROKOK...!!!
kemarin, waktu aku selesai mengerjakan tugas hitung2an FOB Calculation, ditanganku aku genggam sebuah kalkulator. Iseng-iseng ga karuan dan tepat didepan mataku tergeletak sebungkus rokok putih, aku coba menghitung-hitung...

  1. Tanpa terasa, kurang lebih sudah 10 tahunan aku menghisap Rokok (terhitung dari tahun awal 1998, ketika aku duduk dibangku SMP kelas dua)
  2. Kalau dikalkulasikan rata-rata aku menghabiskan, taruhlah 1/2 bungkus per-hari (itu juga sudah diminimalisir). Rata-rata 8 batang dari sebungkusnya berisi 16 batang
  3. Diakumulasikan selama 10 Tahun, dimana dalam satu tahun ada 364 hari dan per-batangnya aku rata-ratakan seharga Rp. 600,-
  4. Akan menghasilkan perhitungan seperti dibawah ini: 

10 Tahun x 364 hari = 3640 hari

3640 x 8 batang = 29120 batang

29120 batang x Rp. 600,- = Rp. 17.472.000,- (TUJUH BELAS JUTA EMPAT RATUS TUJUHPULUH DUA RIBU RUPIAH!!!!!)

Uedannnnnn Tenannnnnnnn....!!!! Guoblokkkk bener 'Makhluk' yang satu ini!!!!!!

 

07/09/2008

Sekedar Merenung...

Kemarin, ketika saya sedang asyik-masyuk bermadu mesra dengan aku punya bantal guling, tanganku tak sengaja menjatuhkan buku kecil (pocket) milik adikku. Urung aku pungut buku tersebut dan aku menemukan sebuah judul "Kumpulan Cerita Sufi".

Singkat cerita, saya buka buku tersebut (halaman, sekenanya) dan saya mendapati sebuah cerita tentang seorang sufi wanita terkenal yang bernama lengkap Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah (baca: Rabi'atul Adawiyah). Ia seorang sufi  yang dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berhampiran kota Basrah di Iraq. beliau dibesarkan dalam sebuah keluarga yang miskin dgn kebendaan namun kaya dgn ibadah. 

Suatu hari ia pernah ditanya oleh sahabatnya.

Sahabat; "Kalau boleh aku tahu, Seberapa besar kebencianmu terhadap Syaitan, wahai Rabi'ah?"

Rabi'ah; "Seluruh ruang dan relung hatiku kini sudah penuh oleh rasa cinta kepada Allah SWT. Bagaimana mungkin aku bisa membenci sesuatu, apalagi terhadap makhluk yang telah dicipta-NYa..."

 

Subhanallah... Begitu besar rasa cintanya terhadap Allah, asyik terlena bercumbu dengan-Nya sehingga tak adalagi ruang untuk memikirkan syaitan sama sekali...

Sementara kita... terlalu asyik terlena bercumbu dengan Syaitan, sehingga tak adalagi ruang untuk memikirkan Tuhan...